Skylight jika diterjemahkan
adalah cahaya langit, jadi pada intinya adalah bagaimana membuat bukaan atau
jendela pada atap rumah sehingga cahaya dari atas bisa masuk ke dalam rumah
kita. Ini merupakan satu solusi yang tepat jika rumah kita memiliki
keterbatasan lahan, kiri kanan ‘mepet’ dengan tetangga, sehingga ada
bagian-bagian rumah kita yang tidak memiliki bukaan keluar yang berakibat
cahaya dan udara tidak dapat masuk ke dalam rumah. Saat ini diluar fungsi
utamanya, skylight juga banyak diterapkan pada rumah-rumah bergaya modern untuk
membuat efek-efek cahaya yang dramatis pada ruangan di bawahnya, serta
memperkuat kesan modern pada bangunan.
Secara fungsinya ada skylight yang dibiarkan terbuka karena di bawahnya ada taman atau kolam atau ditutup dengan bahan tembus pandang agar cahaya tetap dapat masuk ke dalam ruangan.
Secara fungsinya ada skylight yang dibiarkan terbuka karena di bawahnya ada taman atau kolam atau ditutup dengan bahan tembus pandang agar cahaya tetap dapat masuk ke dalam ruangan.
Biasanya dibuat diatas
ruang-ruang yang sulit untuk membuat bukaan/jendela ke samping karena letak
ruangannya berada di tengah-tengah bangunan seperti kamar mandi, dapur atau
tangga ke lantai 2. Dengan adanya cahaya matahari yang masuk, maka ruang-ruang
tersebut akan terhindar dari kelembaban dan tentunya akan lebih menghemat
energi.
Dari letaknya, skylight ada yang dibuat di atas atap datar dak beton tapi ada juga yang dibuat di atas atap miring. Jika ingin membuat skylight di atas dak beton tentunya tidak mengalami kesulitan karena tinggal mempersiapkan lubang pada saat mengecor dak atap tersebut dan kemudian membuat konstruksi dengan rangka alumunium atau besi hollow untuk perletakan penutup skylight nya.
Dari letaknya, skylight ada yang dibuat di atas atap datar dak beton tapi ada juga yang dibuat di atas atap miring. Jika ingin membuat skylight di atas dak beton tentunya tidak mengalami kesulitan karena tinggal mempersiapkan lubang pada saat mengecor dak atap tersebut dan kemudian membuat konstruksi dengan rangka alumunium atau besi hollow untuk perletakan penutup skylight nya.
Tapi jika letaknya di atas atap miring dan ruangan di bawahnya memiliki plafond datar, anda harus menaikkan dinding di sekitar lubang skylight tersebut sebagai tumpuan untuk konstruksinya atau bisa juga langsung membuat coakan di atas atap miring tersebut jika anda menggunakan atap dengan konstruksi baja ringan, tapi tetap membuat dinding partisi dari bahan gypsum atau sejenisnya untuk menutup lubang antara plafond dan skylight tersebut.
Penutup skylight dapat berupa kaca dengan tebal 10-12 mm tergantung luasnya atau bisa juga dengan fiberglass, polycarbonate, solar tuff atau bahan-bahan tembus cahaya lainnya. Jika soal panas tentunya apabila sinar matahari langsung dapat menembusnya, maka material penutup apapun yang meneruskan sinar tersebut secara langsung dalam jumlah yang besar pasti akan berefek panas. Tapi hal ini dapat disiasati dengan memilih kaca jenis stop sol yang mampu meredam panas hingga 60% atau bisa melapisnya dengan kaca film. Jika menggunakan polycarbonate atau sejenisnya, pilihlah yang warnanya agak gelap untuk meredam panas tersebut. Posisi skylight juga sedapat mungkin diletakkan pada arah utara-selatan agar tidak menerima sinar matahari langsung.
Untuk skylight dengan bidang kaca yang cukup lebar juga disarankan menggunakan kaca tebal jenis tempered glass (seperti kaca mobil) yang lebih tahan terhadap tekanan dan apabila pecah tidak membahayakan penghuni yang ada di bawahnya.
Bentuk dan ukuran skylight
pun bisa bervariasi tapi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan ukuran
material penutupnya, umumnya persegi panjang tapi tidak menutup kemungkinan
jika bentuknya oval, segitiga (prisma) dsb.
Konstruksi skylight juga membutuhkan perhatian khusus agar tidak berbahaya di kemudian hari. Sebaiknya konstruksi dibuat rigid (kaku) dengan bentuk saling bersilang agar kokoh dalam menumpu beban kaca yang cukup berat. Dengan konstruksi yang saling bersilangan tersebut juga cukup menjamin dari sisi keamanan sehingga tidak mudah untuk ditembus oleh orang yang tidak berkepentingan. Bahannya bisa alumunium atau besi hollow atau jika bentangnya cukup besar dapat menggunakan baja canal (C) atau baja H. Tapi dengan ukuran skylight 1 -1,5 M cukup menggunakan bahan alumunium atau besi hollow saja.
Konstruksi skylight juga membutuhkan perhatian khusus agar tidak berbahaya di kemudian hari. Sebaiknya konstruksi dibuat rigid (kaku) dengan bentuk saling bersilang agar kokoh dalam menumpu beban kaca yang cukup berat. Dengan konstruksi yang saling bersilangan tersebut juga cukup menjamin dari sisi keamanan sehingga tidak mudah untuk ditembus oleh orang yang tidak berkepentingan. Bahannya bisa alumunium atau besi hollow atau jika bentangnya cukup besar dapat menggunakan baja canal (C) atau baja H. Tapi dengan ukuran skylight 1 -1,5 M cukup menggunakan bahan alumunium atau besi hollow saja.
Jika material penutupnya
menggunakan polycarbonate, solar tuff, fiberglass atau sejenisnya maka teknik
aplikasinya tidak sulit karena langsung disekrup di atas konstruksi besinya.
Tapi jika menggunakan material kaca, maka sambungan kaca dengan alumunium atau
besi harus menggunakan klem (penjepit) khusus dan agar tidak bocor,
sambungannya ditutup dengan sealent. Antara penutup dan lubang (void),
konstruksi besinya dapat dibuat berjarak dengan tetap memperhatikan faktor
keamanan dan tampias hujan, agar selain cahaya, udara juga dapat masuk di
sela-selanya. Jika letaknya di atas dak beton, sebaiknya dibuat tanggul penahan
air disekitar void atau lubang skylight dan diberikan waterproofing (lapisan
kedap air) disekelilingnya agar air tidak tumpah ke dalam lubang tersebut.
Saat ini ada beberapa produsen yang juga menawarkan aplikasi skylight dari bahan dan jenis yang bervariasi bahkan ada yang bisa dibuka tutup, sehingga sebenarnya kita tidak perlu repot-repot jika ingin menerapkannya dalam rumah. Tapi semua akhirnya kembali pada kebutuhan kita untuk membuat sendiri atau menunjuk supplier tertentu.
Saat ini ada beberapa produsen yang juga menawarkan aplikasi skylight dari bahan dan jenis yang bervariasi bahkan ada yang bisa dibuka tutup, sehingga sebenarnya kita tidak perlu repot-repot jika ingin menerapkannya dalam rumah. Tapi semua akhirnya kembali pada kebutuhan kita untuk membuat sendiri atau menunjuk supplier tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar